Jumat, 08 Juli 2011

Corner, Kacer Sang Juara

KHOIRUNISA' AYU YULIASIH
BERSAMA - Adi Fitriadi bersama beberapa koleksi burung kicauannya.

Corner, Kacer Sang Juara

PEKALONGAN - Corner, jenis burung kacer milik Adi Fitriadi telah menyandang gelar sang juara karena memenangkan beberapa iven perlombaan, seperti Wiroto Cup di Kedungwuni dan Wiradesa.
Adi Fitriadi yang beralamat di Jalan Prisma I Nomor 31 Perumahan Limas Indah mengatakan, jika burung kicau jenis kacer miliknya telah meraih beberapa kejuaraan seperti Wiroto Cup yaitu juara I oleh corner sebanyak tiga kali. "Burung kicau jenis kacer milik saya itu telah beberapa kali meraih juara saat mengikuti lomba Wiroto Cup di Kedungwuni dan Wiradesa. Nah burung yang juara itu bernama Corner," ujar suami dari Novianti.
Ditambahkan, jika dirinya sudah lama memiliki hobi burung terutama untuk burung kicau. "Saya sudah lama hobi burung, khususnya burung kicau. Namun ini saya memelihara burung jenis kacer. Burung itu saya beri nama 'corner' karena kan saya membuka studio music corner. Awalnya dulu itu saya sering bareng sama teman saya yang hobi pelihara burung. Sebenarnya kalau seneng sama burung itu sejak SMP. Saya senang terhadap burung kicau karena suaranya. Kan saya bisa menikmati suaranya. Sesekali juga bisa buat hilangkan penat pikiran," ujarnya. Selain, kacer, dia juga punya burung lain seperti cucak ijo dan whamby.
Bahkan, karena terlalu sayangnya dengan burung, saat burungnya hilang atau lepas dia menjadi sangat bersedih. Namun, semua dia sadari bahwa semua itu hanya hobi saja, jadi tak perlu untuk terlalu bersedih. "Saya itu merasa duka jika burung itu hilang dan tak kembali. Apalagi pas burung kesayangan saya. Tapi banyak senangnya kok. Kan karena sudah hobi sih. Apalagi juga tak mempersalahkan," pungkasnya. (ap1/ap2)

Sekadar Hobi, Berbuah Prestasi

KHOIRUNISA' AYU YULIASIH
LATIH - Drs H Eddiwan bersama dengan tim bersiap melatih merpatinya.

Sekadar Hobi, Berbuah Prestasi

PEKALONGAN - Drs H Eddiwan, seorang wirausaha Batik Larissa yang beralamat di Pesindon Nomor 6 dan 8 memiliki hobi burung, terutama merpati dan banyak meraih prestasi.
Drs H Eddiwan menuturkan saat ditemui Radar, Jumat (24/6), jika dirinya sudah lama menggeluti hobi burung khususnya merpati dan meraih banyak prestasi, "Saya sudah lama menggeluti hobi burung khususnya merpati. Nah, awalnya merpati balap terus beralih ke merpati tinggian. Dari hobi itu sering meraih prestasi baik dalam kota maupun luar kota. Bahkan, juga sudah sampai nasional."
Dikatakan, dia memelihara merpati menyesuaikan dengan musim. Karena, jika tidak musim, maka juga tidak ada lomba untuk meraih prestasi.
Dia memiliki hobi merpati sekitar tahun 1991. Akan tetapi, sebenarnya dia sudah menyukainya semenjak SMA. "Ya kalau senang sudah sejak SMA karena keluarga juga pada hobi pelihara burung. Tapi benar-benar menggeluti sejak tahun 1991. Waktu itu saya pelihara merpati balap. Saya mengikutsertakan lomba berupa lomba lokal sampai tahun 1995 mulai dari tingkat karisidenan hingga nasional," tuturnya.
Lebih lanjut dikatakan, merpatinya mulai mendominasi dalam setiap iven kejuaraan di beberapa kota mulai tahun 1992. Mulai dari Pekalongan, Tegal, Brebes hingga Jatibarang. "Nah waktu itu merpati balap yang meraih kejuaraan yaitu Kontesa, Nawangsari, Sekar Merah dan Pandan Sari."
Selanjutnya, tahun 1996 sudah mulai berkembang ke arena nasional, yang pada biasanya diselenggarakan organisasi Persatuan Merpati Balap Seluruh Indonesia (PMBSI). "Nah karena hal itu, saya mengikuti latihan rutin untuk merpati milik saya. Selain itu juga saya sering mengikutsertakan lomba sprint kalau hari Jumat, lomba galatama kalau hari Sabtu dan lomba jarak tempuh 500 meter kalau hari Minggu. Pas lomba yang hari minggu diikuti 16 peserta dengan dibagi melalui beberapa seri yang berurutan mulai dari A dan seterusnya. Terkadang sampai z. Disana sering terjadi perang bintang burung yang juara-juara," ungkap suami dari Kurnia Wahyuningsih.

Ditambahkan, karena merpatinya sering memperoleh juara, maka
tak sedikit pula yang menawar dengan harga mahal untuk dibeli. Padahal itu bukan untuk dijual, hanya untuk dikoleksi. Sebesar apapun tawarannya. Pernah sampai puluhan juta. "Ya saya tidak memberikan karena masih senang. Tapi kalau sudah tak senang ya saya berikan."
Pada tahun 2007, dia beralih ke merpati tinggian karena prestasi merpati balap miliknya mulai menurun, kalah dengan kota lain. "Ya kalah modal juga. Kan merpati balap itu dilihat dari beberapa faktor mulai dari darah harus bagus, mental juara, perawatan bagus, tempat bagus, makanan bagus hingga suplemen bagus. Nah merpati tinggian saya juga meraih juara 3 kali dari 4 kali lomba. Juaranya yaitu Juara I oleh Perak, juara 2 oleh kembang kertas dan juara 3 oleh iblis," ucap pria kelahiran tahun 1957.
Ditambahkan jika dirinya ingin kedepannya bisa lebih baik lagi pengelolaan perlombaan, "Saya ingin agar kedepannya pengelolaan dapat lebih baik lagi. Memang sih sudah sering diadakan iven lomba. Namun kurang mendukung dari segi sponsor," pungkasnya. (ap1/ap2)

Korda Cup Cirebon Semarak

Korda Cup Cirebon Semarak

CIREBON - Gelaran Korda Cup Cirebon berlangsung penuh semarak, di Lapangan Karisma Jalan Garuda, Minggu 19 Juni lalu. Dengan dukungan penuh para peserta, tentu saja ajang bergengsi itu menjadi 'penyisihan' menuju Palembang dalam Sriwijaya Cup LPI dengan poin 100, di lapangan Radja BF Jalan Bypass Soekarno Hatta, Sabtu - Minggu (25-26/6) ini.

Di kelas dewasa senior, Sultan Asri BF Cirebon bersaing ketat dengan Fortuner Jr Napoly Jatiwangi, tentu saja dengan pesaing lain yang mengincar dengan penuh semangat seperti, Sm Alex Cirebon dan Abunawas Sovin M Nasir Pekalongan. Dengan daya kerja yang full, akhirnya Fortuner Jr mampu menjadi juara 1, sedangkan Sultan dan SM serta Abunawas harus puas dengan juara 2, 3 dan 4.
"Lombanya cukup bagus dengan jurinya dari Jawa Barat semua, hanya satu yang dari Tegal. Disamping itu, burung-burungnya bagus dan berstandar nasional," ujar M Nasir, peserta dari Pekalongan.
Dikatakan, jika dalam lomba kali itu cuaca kurang mendukung sebab angin bertiup kencang, sehingga banyak burung yang terganggu. Jadi semua tergantung mental sang burung. "Kalau burung mentalnya gak bagus, maka tidak akan bunyi," tambahnya.
Semantara itu di kelas Dewasa yunior, Super Hero Abi Gober mendapat perlawanan sengit dari Sg Alex, serta Arjuna Casdi. Namun, dengan kemampuan Super Hero, lawan-lawan tak mampu untuk mengejar poin.
Di piyik yunior, Bintang 63 Jonathan menjadi juara pertama, diikuti Bintang Timur dan Bintang Kejora milik Abeng bertengger diurutan 2 dan 3.
Sedangkan di kelas hanging, Putra Cirebon Sutrisna Cirebon unggul dibanding dengan Ktm Alex Jatiwangi dan Putra Dewa Haris Tegal.
Tentus saja, ajang korda cup kali itu menjadi catatan tersendiri untuk melangkah di Palembang. Selamat bertanding. (dal)


Hasil Lomba Cirebon

Dewasa Senior

Juara Nama Burung Pemilik Domisili Ring
1 Fortuner Jr Napoly Jatiwangi Napoly
2 Sultan Asri BF Cirebon Grnad
3 Sm Alex Jatiwangi Alexa
4 Abunawas M Nasir Pekalongan Sovin
5 Black Panther Jaja Kuningan Jupiter
6 Konglomerat Haas Cirebon Y&U
7 Bintang Lugina 3 Alay Bandung Lugina
8 Seven Tera Jhony Gun Cirebon TGM
9 Bintang Gober Abi Gober Cirebon Lugina
10 Bhayangkara Suyono Indramayu Giant


Dewasa Yunior

Juara Nama Burung Pemilik Domisili Ring
1 Super Hero Abi Gober Cirebon Thien
2 Sg Alex Jatiwangi Alexa
3 Arjuna Casdi Indramayu Ks
4 Pepey Rahmat Kadipaten Mtr
5 Rosi H Yadi Tasikmalaya Rbj
6 Bintang Lugina 2 Alay Bandung Lugina
7 Tommy Kur Asep PJ Cirebon Idola
8 Putra Paliaman H Maryono Cirebon Hmy
9 Gonzales Bryan Cirebon Asri
10 White Tiger Sinlay Kuningan Ks

Piyik Yunior

Juara Nama Burung Pemilik Domisili Ring
1 Bintang 63 Jonathan Sumedang 63
2 Bintang Timur Abeng Banjar Sari Kin
3 Bintang Kejora Abeng Banjar Sari Kin
4 Meguro Dedy Mix Bandung Mix
5 Ringgo Abdullah Cirebon Asm
6 Good Latif Lim Giok Indramayu Msd
7 Mutiara Hitam Asep Pj Cirebon Puspa Jaya
8 Mahadewi H Nono S Jatiwangi Ganesha
9 Anak Raja Romi Hidayat Cirebon Alexa
10 Bima Heru Pecilon Body Guard

Piyik Hanging
Juara Nama Burung Pemilik Domisili Ring
1 Putra Cirebon Sutrisna Cirebon Sf
2 Ktm Alex Jatiwangi Alexa
3 Putra Dewa Haris Tegal Dewa
4 Anak manja Masdi Cirebon Msd
5 Sincan H Nono S Jatiwangi Ganesha
6 Bunga Tulip Bontot Cirebon Bt-asia
7 Melodi Blues Sandi Cirebon Bmw
8 Cerol Asep Pj Cirebon Puspa Jaya
9 Bangkit Carman Cirebon Ratu
10 Sinden Pantura Dehit Brebes Bds

Pelihara Ayam Serama Harus Tekun

LUTFI HANAFI
MENAWAN - Tampilan Ayam Serama terlihat begitu menawan.

Pelihara Ayam Serama Harus Tekun

PEKALONGAN - Beternak ayam serama memang gampang-gampang susah, terutama dalam perawatannya. Ayam asal Malaysia tersebut, saat ini memang mulai menjadi peliharaan penghobi ayam, selain jenis lain seperti ayam ketawa, ayam bangkok dan lain-lainnya. Namun memelihara sekaligus ternak ayam satu ini, akan sangat mengasyikkan. Terutama saat akan diikutkan kontes ayam sejenis.
Soetardjo, salah satu penggemar sekaligus peternak ayam serama, di kandangnya di Jalan Urip Sumoharjo nomor 87 Pekalongan, menceritakan banyak hal tentang hobinya itu. "Saya suka dengan ayam jenis ini, karena bentuknya benar-benar unik. Kalau sudah jadi sayapnya akan menjuntai lurus ke bawah. Memiliki postur badan tegap, dadanya membusung, leher panjang dan tertarik ke belakang menyerupai huruf S, serta kakinya tidak besar," jelasnya.
Sementara, untuk membentuk ayam serama menjadi bentuk yang unggulan atau sempurna, menurut Tardjo dibutuhkan waktu dan ketelatenan khusus. "Membentuk ayam ini, seperti membuat bonsai. Harus tekun. Kalau bonsai dipakai kawat, untuk ayam serama harus rajin dilatih, badannya dibentuk dengan digerak-gerakkan posisi tertentu selama 15 sampai 30 menit. Bahkan kandang juga harus disesuaikan yang pas," imbuh Tardjo.
Menurut Tardjo, kandang yang baik berisi satu ekor ayam. Jangan terlalu besar, harus dipaskan dengan tubuh ayam. Sehingga nantinya, ayam akan tumbuh ke atas, tidak menyamping.
"Saya juga menjual anakan dari F1, seharga Rp 250 ribu per ekornya. Untuk anakan F1 sudah saya biakkan menjadi lebih besar, satu pasang dijual 2 jutaan," ungkapnya.
Tardjo menambahkan, ayam serama juga harus dilatih berkonsentrasi supaya tampil prima saat melenggak-lenggok di atas panggung lomba. "Ayam tidak boleh mematok karpet atau kabur dari panggung. Ayam harus berani, dan tampil pede seperti model," katanya.
Caranya, ayam serama harus selalu dibiasakan berada di atas karpet, dan dilatih agar tidak menunduk. Ini bisa disiasati dengan menaruh pakan ayam tinggi agar ayam terbiasa makan dengan berdiri, tidak mematuk kebawah. Kedepan setelah beberapa koleksinya sudah menjadi serama sempurna, Soetardjo juga berminat untuk mengikutkan lomba ayam serama.

Asal Usul Ayam Serama
Ayam Serama merupakan makhluk hasil kreatifitas Wee Yean Een seorang penghulu ayam (penjodoh) dari Negeri Jiran Malaysia. Pada tahun 1971 ia melakukan penyilangkan ayam Kapan (kate) kaki panjang dengan ras ayam Modern Game Bantam.
Ayam kapan ia pilih lantaran memiliki sayap menjuntai lurus ke bawah. Sedangkan Modern Game Bantam memiliki postur badan tegap, leher panjang dan tertarik ke belakang menyerupai huruf S. Pada tahun 1973 Wee Yean Een menyilangkan keturunan pertama hasil perkawinan antar ayam kapan dan Modern Game Bantam dengan jenis ayam sutera (Silkie Bantams). Perkawinan tersebut akhirnya melahirkan ayam sutera berpostur badan kecil.
Wee Yean Een nampaknya masih tidak puas dengan persilangan itu. Lantas keturunan ke dua dijodohkan dengan kate jepang. Ayam ini punya warna bulu indah serta bentuk ekor berdiri tegak. Pada tahun 1988 mak comblang ayam itu akhirnya berhasil mencetak ayam kate dengan bobot kurang dari 500 gr.
Wee Yean Een lantas memberi nama “Serama” kepada ayam berbadan kecil itu. Julukan tersebut ia berikan lantaran ayam hasil kreasinya itu memiliki gaya dan penampilan gagah layaknya Sri Rama tokoh pewayangan dalam kisah Ramayana. Lidah Wee Yean Een menyebut Sri Rama berubah menjadi berlafal serama. (ap11)

Meski Joki, Harus Paham Merpati

KHAMDANAH MAULIDAH

Darkat

Meski Joki, Harus Paham Merpati

PEKALONGAN - Gurita Merah milik Darkat, seorang Joki burung merpati yang beralamat di Panjang Wetan Gang 6 Nomor 2, dikutsertakan dalam lomba dan dibiayai adiknya. Walaupun dia hanya seorang joki, namun dia menyadari bahwa joki pun harus paham mengenai merpati.
Darkat saat ditemui Radar, Selasa (14/6), di kediamannya menuturkan, jika banyak ilmu dan pengalaman mengenai merpati yang diperolehnya, selama menjadi joki tersebut.
"Saya sudah lama menjadi joki burung. Banyak pengalaman yang saya dapat, selama menjadi joki. Saya paham benar burung yang terkena penyakit yang bisa disembuhkan ataupun tidak."
Menurutnya, burung yang terkena penyakit dan tak bisa disembuhkan itu, jika saat diberi minum obat, mulut merpati dalam kondisi bersih, akan tetapi obat justru keluar.
Sebaliknya, penyakit yang bisa disembuhkan itu, jika saat diberi minum obat, mulutnya terdapat serawan dan matanya balik glawu.
Ditambahkan, merpati yang bagus itu biasanya ketika dipanggil saat masih terbang diatas, maka akan segera turun dan tak masuk lewat bawah kolongan. "Merpati khususnya kolongan itu, jika dipanggil saat masih terbang akan segera turun dan tidak akan lewat bawah kolongan," ucapnya.
"Saya itu sudah lama senang dengan burung Merpati. Namun beberapa tahun kemudian, menjadi joki burung karena kesenangan saya dengan burung. Kalau punya modal dan tempat saja, saya itu akan membeli burung dan mengikutsertakan lomba," imbuhnya.
Dia berharap agar ke depannya pemerintah bisa turut campur memfasilitasi dan membiayai penggemar burung yang kesulitan biaya seperti dirinya. (ap1/ap2)

Si Jon coba kompetisi

KHOIRUNISA' AYU YULIASIH

Sugianto

Si Jon coba kompetisi

PEKALONGAN-Si jon merpati milik sugianto Krapyak Lor Pekalongan, latihan dilapangan kolongan pada KIamis (9/6)pukul 11.30. Dia akan memulai memacu kemampuannya pada lomba mendatang. Dia terkadang rewel,namun juga cerdas.

Sugianto mengatakan jika merpatinya baru pertama kali mengikuti lomba, melatih merpatinya dengan menerbangkan sejauh 100 M pada awal-awal kemudian 1 Km, setelah mampu merpati itu akan diikutkan lomba,"saya baru pertama kali akan mengikuti lomba merpati kolong pada tanggal 24-26 juni 2011. Saya melatih merpati berat juga harus butuh keteladenan seperti menerbangkan sejauh 100 M pada awal-awal kemudian 1 km apalagi watak merpati saya yang keras. Ya tapi bagi saya itu semua menyenangkan karena hobi, kalau tidak hobi sih sia-sia karena uang pendaftarannya aja 2 Juta karene peserta maksimal 40 orang.Disini ya tidak ada uang ya gak jajan, yang penting hobi tetap jalan."Ujarnya.(ap1/ap2)

Latber 'Darussalam' Semarak

DALAL MUSLIMIN
KOMPAK - Para juara tampak kompak usai gelaran latber.

Latber 'Darussalam' Semarak

BREBES - Meskipun hanya persaingan di kelas latber, namun aura pertempurannya begitu terasa. Sehingga, latber 'Darusalam' cup 20011 berlangsung dengan semarak, Minggu (12/6) lalu.
Tiga kelas gantangan yang disediakan panitia, terisi penuh. Bahkan latber yang dihadiri tokoh-tokoh perkutut Cirebon seperti, H Azis Haas, Alex, Nono Ganesha, Asep Pj, Abi Gober dan lainnya menambah semangat tersendiri kung mania brebes kala itu.
Belum lagi, kehadiran pengurus dan anggota P3SI Korda Pekalongan dengan jagoan-jagoannya. Sebut saja mulai dari H Subchan Cns, H Darmadi Arian, Jonny Panda, dan lainnya menjadikan persaingan semakin ketat saja.
Meski hanya latber, tapi tidak mengurangi bobot perlombaan. Sehingga dari awal sudah terjadi persaingan seru diantara burung kontestan. Di kelas dewasa senior, Putri ayu jagoan Jonny diawal babak memimpin cepat dengan koncer 2 warna hitam. Disusul sinar gama milik Alex Jatiwangi juga dengan koncer dua hitam. Babak kedua Tomi kur, seribu bintang, mulai menyusul dengan meraih dua koncer hitam pula.
Namun, di babak terakhir, tidak banyak burung yang lantang bergaung di gantangan. Hanya Konglomerat dan Putri Ayu saja yang bertarung mati-matian. Hingga mereka ditetapkan sebagai juara 1 dan 2.
Sementara di kelas piyik yunior, Anak Raja milik Romi Hidayat Cirebon memimpin. Diikuti Fernando H Subchan yang menjadi runner up. Dan di kelas hanging, Santiago Munes berring Jupiter Napoly keluar sebagai juara 1, diikuti Turbo Asep Pj.
Tentu saja, latber kali itu menjadi pijakan awal, betapa persaingan perkutut kini semakin ketat sekali. (dal/ap1/ap2)

---TABEL---

Hasil Lomba BREBES

DEWASA SENIOR
JUARA NAMA BURUNG PEMILIK DOMISILI RING

1.Konglomerat Haas bf Cirebon Y & u
2.Putri Ayu Jonny Pekalongan Panda
3.Indra Alex Jatiwangi Alexa
4.Tomi kur Asep pj Cirebon Idola
5.Seribu bintang Anang teratai Semarang Teratai
6.Sinar gama Alex Jatiwangi Alexa
7.Sinden pantura Dehit Cirebon Bds
8.Barcelona Casmadi Pekalongan Hri
9.Prima H busari Brebes Hds
10.Sido muncul Jiman Tegal Jm

PIYIK YUNIOR
JUARA NAMA BURUNG PEMILIK DOMISILI RING
1.Anak raja Romi hidayat Cirebon Alexa
2.Fernando Subchan Pekalongan Cns
3.Lestari Kee liong Comal Tkl
4.Mutiara hitam Asep pj Cirebon Puspajaya
5.Jaka paliaman H maryono cirebon Hmy
6.Mahadewa Nono s Jatiwangi Ganesha
7.--
8.Prabu 1 Dilah Pekalongan Pm
9.Lorenzo Ricky Balikpapan Panda
10.Mick Jager H darmadi Pekalongan Hri


PIYIK HANGING
JUARA NAMA BURUNG PEMILIK DOMISILI RING
1.Santiago munes Napolly Jatiwangi Jupiter-napoly
2.Turbo Asep pj Cirebon Ks
3.Putra dewa Imo Tegal Dewa
4.Singa afrika Bmw Cirebon
5.Bayu sakti Eko Pekalongan Arian
6.Dora emon Nono s Jatiwangi Alexa
7.Sinchan Nono s Jatiwangi Ganesha
8.Bunga Woro Cirebon Bima
9.Messi Ricky Balikpapan Panda
10.Biola Asep pj Cirebon Puspajaya