Senin, 11 Juli 2011

DALAL MUSLIMIN

TUNJUKKAN - Tan Kie Liong berada diantara plong kandang perkutut kesayangannya.

Ingin Bagus, Jangan Banyak Minum

COMAL - Bagi kung mania, tentunya mengharapkan perkutut andalannya memiliki suara yang indah dan stabil, sehingga saat digantang dalam suatu iven akan menjadi juara. Ada salah satu rahasia yang dibeberkan oleh Tan Kie Liong atau biasa dipanggil Bejo. Jika perkutut ingin bagus suaranya, maka jangan banyak diberi minum.
"Kalau burung ingin suaranya bagus, jangan banyak minum atau istilahnya ngokop," jelas Bejo Subroto, saat ditemui Radar di rumahnya Jalan Teratai Raya Comal.
Dijelaskan, jika perkutut terlalu banyak minum, saat digantang atau dipanaskan, maka akan merusak pita suara burung. Disamping itu akibat kebanyakan minum, perkutut akan berakibat mencret saat buang air. Akibatnya, burung akan malas manggung, sehingga belum bisa mencapai standar untuk lomba.
Tan Kie Liong Bird Farm atau biasa dikenal dengan TKL BF, perkutut andalannya pernah beberapa kali menjuarai beberapa iven. Diantaranya, gandrung pernah juara September 2006, rindu juara 3 di latber smackdown cup.
Disamping itu, lestari pernah juga menjadi juara 1 di kelas piyik yunior roban cup II 2008 Batang Pekalongan. Selain itu, anakan dari lestari juara 3 di Latber Brebes.
Saat ini, dia memiliki 14 plong kandang indukan, namun seiring berjalannya waktu saat ini hanya masih ada 7 pasang indukan saja. Dirinya mulai aktif bermain perkutut lomba sejak 2004 yang lalu, dengan mengikuti berbagai iven bergengsi di beberapa daerah, mulai dari Pekalongan, Tegal, Brebes, Semarang dan lainnya.
Disamping, perkutut disarankan jangan terlalu banyak minum. Menurutnya, perkutut juga disarankan jangan terlalu jauh-jauh dari orang. Dengan begitu, perkutut akan mengenal orang yang memiliki atau yang memeliharanya. "Burung kalau tidak dipegang oleh orang lebih jinak. Sehingga akan mudah bunyi," tambah bapak tiga anak itu.
Untuk selalu berdekatan dengan perkutut kesayangannya, sampai-sampai saat menonton televisi, Bejo selalu meletakkan kurungan perkututnya di meja sebelahnya. "Kalau nonton TV, perkutut ditaruh di meja sebelah tempat duduk, sehingga akan kenal dengan pemiliknya," lanjutnya.
Saat ini, dia mengandalkan lestari yang sudah memiliki beberapa prestasi. Lestari sendiri merupakan anakan dari lestari I dengan anakan virgo TKD.
Dirinya berharap kepada P3SI Korda Pekalongan agar selalu rutin menggelar lomba, sehingga akan bertambah ramai peminat perkutut. "Sering lomba, biar tambah ramai," pungkasnya. (dal)

Jumat, 08 Juli 2011

Lomba Merpati Semarak

KHAMDANAH MAULIDAH
SEMANGAT - Peserta tampak semangat karena serunya perlombaan.

Lomba Merpati Semarak

PEKALONGAN - Penyelenggaraan lomba merpati kolongan yang diikuti oleh 20 merpati kolongan untuk kategori A dan 20 merpati kolongan untuk kategori B, berlangsung semarak.
Lomba itu berlangsung dari pukul 09.30 sampai selesai di kolongan Slamaran. Untuk masing-masing kategori mendapatkan kendaraan bermotor dengan pendaftaran 2 juta.
Sugianto, Ketua Panitia Lomba Merpati Kolongan mengatakan dengan pendaftaran lomba sebesar 2 juta, pemenang berhak mendapatkan hadiah kendaraan bermotor.
"Pendaftaran ini 2 juta dengan mendapatkan hadiah kendaraan bermotor untuk tiap kategori. Untuk juara I mendapatkan honda tiger dan trophy. Sedangkan juara II mendapatkan honda beat dan trophy," ujarnya.
Ditambahkan, lomba berjalan dengan serunya, karena masing-masing peserta juga sekaligus menjadi suporter jagoannya. "Suasana sangat semarak dengan seruan penonton yang menambah ramai. Perlombaan jadi tak terasa karena berlangsung seru," ucapnya.
Dari hasil lomba itu, dihasilkan jawara, antara lain, untuk kategori A oleh Mbing dari Pantai sari dengan merpatinya 'V3' sebagai juara I dan Iwan dari Pantai sari dengan merpatinya 'Krisna' keluar sebagai juara II. Sedangkan kategori B oleh Gembus dari Wonosobo dengan merpatinya 'Hoki' sebagai juara I dan Sukir dari Bumirejo dengan merpatinya 'Pakubumi' sebagai juara II.
"Tata aturan lomba sendiri yaitu kecepatan dan ketepatan masuk dan keluar kolongan. Pertama merpati diterbangkan 1 Km dari kolongan. Lalu merpati masuk ke dalam kolongan. Kemudian hinggap di merpati pasangannya. Tak boleh melewati garis bawah kolongan," imbuhnya.
Sementara itu, Iwan, salah seorang peserta dari Pantai Sari dengan merpatinya 'Krisna' merasa senang karena merpatinya menjadi juara. "Saya senang menang lomba karena pendaftaran kan cukup mahal. Ya 2 juta gitu. Saya sih uang tak terlalu dipermasalahkan karena kan sudah hobi. Tapi kasihan yang kalah. Ya itu juga kan berkat latihan yang intensif waktu di kolongan. Semoga kedepannya dapat lebih baik lagi pelaksanaannya. Pemerintah khususnya Kota Pekalongan dapat lebih memperhatikan nasib penggemar burung untuk disediakan tempat khusus untuk lomba dan latihan," tuturnya. (ap1/ap2)

Krisna, Khas Tonggrong Kaki

KHOIRUNISA' AYU YULIASIH

KOMPAK - Suparno bersama burung kesayangannya.

Krisna, Khas Tonggrong Kaki

PEKALONGAN - Krisna merpati milik Suparno Panjang Wetan, memiliki ciri khas khusus pada kakinya. Kaki Krisna bertonggrong, alias memiliki bulu di kaki.
Suparman menceritakan pengalaman selama menggeluti dunia burung saat didatangi Radar pada Kamis (9/6). Dikatakan, jika dia sudah tahunan menggeluti merpati untuk kesenangan saja. Selain bisa menghilangkan stress, merpati juga mampu memberi hiburan tersendiri. "Saya sudah tiga tahun terjun di dunia burung merpati. Profesi itu saya jalani cuma sekadar hobi."
Merpati miliknya, selalu dirawatnya dengan baik dan penuh seksama serta latihan yang rutin. Sehingga jika menghadapi beberapa iven bergengsi sudah siap bergabung. "Burung sering saya beri jamu-jamuan saat akan mengikuti kompetisi," lanjutnya.
Dikatakan, banyak sudah suka dan duka selama melakukan hobi merpatinya itu. Sehingga sudah banyak kenangan yang terukuir bersama merpati-merpati kesayangannya itu. "Suka duka saya di dunia burung merpati adalah saya suka jika saat perlombaan merpati saya mendapatkan juara. Namun dukanya saat merpati saya tidak kembali atau hilang," tuturnya. (ap1/ap2)

Guyub Cup Bukti Kebangkitan Perkutut

DALAL MUSLIMIN
JAWARA - Para jawara usai bertanding, kompak berfoto bersama.

Guyub Cup Bukti Kebangkitan Perkutut

SEMARANG - Gelaran latber 'Guyub Cup', Minggu (22/6) laly semakin membuktikan kebangkitan perkututan di Jawa Tengah, khususnya di wilayah Semarang. Tercatat sudah 5 kali lebih, penyelenggaraan lomba di semarang, sejak diadakan kontes kejurnas awal tahun lalu.

Lomba kali ini terbilang beda dari lomba yang lalu, dimana pada lomba kali ini panitia membuka kelas baru piyik hanging. Meski belum banyak pesertanya, namun kelas piyik hanging ini kedepan bakal diminati kung mania. Apalagi kelas hanging bisa menjadi media promosi peternak, dan terbukti kemarin salah satu burung peserta langsung dibeli penonton usai lomba kelar.

Di kelas dewasa, real madrid meski baru naik kelas, terlihat tidak grogi menghadapi seniornya. Di joki langsung perawat handal solo Dianto, real madrid dengan mudah melenggang menjadi juara pertama mengalahkan selendang sutra milik akon indramayu. Sedangkan jagoan tuan rumah badut, meski dominan bunyinya namun belum mampu menahan jawara dari luar Semarang.

Sedangkan di kelas piyik setengah kerek, duer jagoan tuan rumah surya naga dan turki mampu mengalahkan tetamunya, sehingga masing-masing berhak dengan tropi juata pertama dan kedua, disusul nakula di posisi ketiga. Sementara di kelas hanging, pendatang baru, bayu sakti arian milik eko radar berusaha memimpin dengan berani, meski akhirnya disalip oleh grand star hartono semarang cempaka. Meski cuaca terlihat ekstrim, namun di kelas hanging, burung berani tampil dengan hebatnya.

Inanto personel Korda Semarang dan Korwil Jateng berharap, tahun 2011 menjadi titik kebangkitan perkutut di Semarang sebagai ibukota Jawa Tengah, sehingga hobi perkutut akan menjadi semakin ramai di lapangan, terutama dengan para pendatang baru. (dal)

----Hasil Juara-----

Dewasa Senior
Juara Nama Burung Pemilik Domisili Ring
1 real madrid tris/dianto banjarmasin hin
2 selendang sutra akon andi indramayu palem
3 badut asen semarang as
4 leo ndekem micchael/asen semarang makita
5 antaseno michael semarang mic
6 puri giarto semarang makita
7 jaguar gianto/lunglung surabaya sgt
8 sadewa h mastur kaliwungu saskia
9 vodka cong tek semarang makita
10 barcelona dianto solo dnt


Piyik Yunior
Juara Nama Burung Pemilik Domisili Ring
1 surya naga eddy ban semarang dk
2 turki mustari semarang palem
3 nakula pak mbing solo nuri
4 sadewa pak mbing solo nuri
5 putra elok solikin semarang king's
6 arjuna akon/andi indramayu manila
7 joko tole aya semarang asri
8 angling darma hendrawan semarang wj
9 brawijaya hendrawan semarang wj
10 pendekar suyat wonogiri wn

Piyik Hanging
Juara Nama Burung Pemilik Domisili Ring
1 grand star hartono semarang cempaka
2 bayu sakti eko radar pekalongan arian
3 gethuk lindri m nasir pekalongan sovin
4 gonjang ganjing supomo semarang hmy
5 fitri h mastur kaliwungu sl
6 new samono hindarto solo acc
7 godean bambang yogya b2w
8 si bolang yussuf pekalongan pm
9 menir jr edy obat semarang lady
10 petruk gubuk semarang makita

Salurkan Hobi Agar Maju

KHAMDANAH MAULIDAH
SABAR- Yunius dengan sabarnya melatih burung kesayangannya.

Salurkan Hobi Agar Maju

PEKALONGAN - Yunius, salah satu pecinta burung merpati asal Tegal mengaku sudah lama menggeluti dunia burung merpati, saat didatangi Radar pada Kamis (9/6).
"Saya sudah 15 tahun menggeluti dunia burung merpati, ya saya menggeluti dunia merpati ini sejak tahun 1986."
Dikatakan, dirinya hanya sekadar menyalurkan hobi saja. Karena, menurutnya, merpati bisa membuat pikiran menjadi rileks dan tenang. "Saya cuma menyalurkan hobi saja, saya hobi merpati karena merpati membuat pikiran damaim dan bisa nebgisi waktu luang dengan bermain merpati," tambahnya.
Walaupun cuma menyalurkan hobi, tapi dirinya juga bersyukur karena pernah mendapatkan juara tingkat Kota Madya Tegal.
Disamping itu, memelihara burung merpati banyak senangnya, "Mungkin karena saya hobi. Semantara dukanya hanya kalau burung itu hilang dan tidak kembali," ujarnya sambil tersenyum.
Dia berharap pemerintah bisa memperhatikan dengan lebih baik, dengan cara menggelar iven bergengsi di tiap kota dan daerah, sehingga akan semakin maju. "Saya ingin pemerintah dapat ikut campur menggalakan lomba tingkat nasional," katanya. (ap1/ap2)

Kaki Merpati Seperti Kaki Bebek

KHAMDANAH MAULIDAH
KESAYANGAN - M Faiq dan merpati kesayangan yang diberi nama 'Ndaun'.

Kaki Merpati Seperti Kaki Bebek

PEKALONGAN - Ndaun merpati milik Moch Faiq Krapyak Lor Gang Gita Asri memiliki keunikan warna abu-abu tua, tinggi dan cepat saat turun ke bawah.
Saat ditemui Radar pada Rabu (15/06), Moch Faiq menuturkan, jika pemberian nama burung miliknya dari pemilik sebelumnya, "Saya memberi nama merpati milik saya 'Ndaun' itu karena pemilik sebelumnya senang makan daun suruh dan tembakau. Kaki Ndaun itu seperti bebek," tuturnya.
Dia menambahkan pengalaman dirinya selama menjadi penggemar burung, "Awalnya saya menggemari burung milik tetangga sekitar tahun 2003. Selanjutnya saya memelihara merpati karena memiliki makna tersendiri bagi saya."
Dikatakan, dalam memelihara merpati, ada suka dan duka tersendiri yang pernah dialaminya. "Duka dirasakan jika jatuh sakit lalu mati dan hilang tak kembali lagi. Sedangkan suka dirasakan jika kalau merpati yang diterbangkan jatuh ditempat yang sudah dipatok," ungkap suami dari Arinil Khusnah.
Lebih lanjut ditambahkan, jika dirinya ingin pemerintah setempat terutama Kota Pekalongan dapat memperhatikan kaum kecil penggemar burung, karena merpati merupakan burung yang sudah cukup terkenal di masyarakat. "Saya berharap agar pemerintah kota Pekalongan dapat memperhatikan kaum kecil terutama kau penggemar burung, khususnya merpati, karena merpati di Pekalongan cukup dikenal. Selain itu jangan menganggap bahwa merpati merupakan penyebab flu burung. Penyakit itu datangnya dari Tuhan dan tak semua burung menyebabkan penyakit," pungkasnya. (ap1/ap2)

Corner, Kacer Sang Juara

KHOIRUNISA' AYU YULIASIH
BERSAMA - Adi Fitriadi bersama beberapa koleksi burung kicauannya.

Corner, Kacer Sang Juara

PEKALONGAN - Corner, jenis burung kacer milik Adi Fitriadi telah menyandang gelar sang juara karena memenangkan beberapa iven perlombaan, seperti Wiroto Cup di Kedungwuni dan Wiradesa.
Adi Fitriadi yang beralamat di Jalan Prisma I Nomor 31 Perumahan Limas Indah mengatakan, jika burung kicau jenis kacer miliknya telah meraih beberapa kejuaraan seperti Wiroto Cup yaitu juara I oleh corner sebanyak tiga kali. "Burung kicau jenis kacer milik saya itu telah beberapa kali meraih juara saat mengikuti lomba Wiroto Cup di Kedungwuni dan Wiradesa. Nah burung yang juara itu bernama Corner," ujar suami dari Novianti.
Ditambahkan, jika dirinya sudah lama memiliki hobi burung terutama untuk burung kicau. "Saya sudah lama hobi burung, khususnya burung kicau. Namun ini saya memelihara burung jenis kacer. Burung itu saya beri nama 'corner' karena kan saya membuka studio music corner. Awalnya dulu itu saya sering bareng sama teman saya yang hobi pelihara burung. Sebenarnya kalau seneng sama burung itu sejak SMP. Saya senang terhadap burung kicau karena suaranya. Kan saya bisa menikmati suaranya. Sesekali juga bisa buat hilangkan penat pikiran," ujarnya. Selain, kacer, dia juga punya burung lain seperti cucak ijo dan whamby.
Bahkan, karena terlalu sayangnya dengan burung, saat burungnya hilang atau lepas dia menjadi sangat bersedih. Namun, semua dia sadari bahwa semua itu hanya hobi saja, jadi tak perlu untuk terlalu bersedih. "Saya itu merasa duka jika burung itu hilang dan tak kembali. Apalagi pas burung kesayangan saya. Tapi banyak senangnya kok. Kan karena sudah hobi sih. Apalagi juga tak mempersalahkan," pungkasnya. (ap1/ap2)